|
Ditulis oleh Eddy Sulistijanto
|
|
Monday, 07 July 2008 |
Disfungsi Ereksi? Jangan Stop Seks! Amelia Ayu Kinanti - detikhot
Jakarta Disfungsi ereksi menjadi mimpi buruk bagi kehidupan seks seseorang. Berbagai cara akan dilakukan untuk mengatasinya, mulai dari konsumsi obat-obatan, sampai mencoba penyembuhan tradisional.
Berbagai penelitian juga telah menemukan beberapa terapi alternatif untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi. Seperti penilitan di bawah ini misalnya.
Dr. Juha Koskimaki dari Universitas Tampere Finlandia melakukan penelitian terhadap 989 pria yang berusia antara 55 hingga 75 tahun. Dalam penelitian itu terbukti pria yang melakukan hubungan seksual seminggu sekali memiliki risiko disfungsi seksual lebih kecil dibandingkan pria yang melakukan hubungan seksual kurang dari seminggu sekali demikian dikutip detikhot dari Health24, Senin (7/7/2008).
Pada pria yang berhubungan seksual kurang dari seminggu sekali kasus difungsi ereksi terjadi 79 kali berbanding 1.000.
Sedangkan pria-pria yang melakukan hubungan seksual setidak-tidaknya sekali, jumlah kasus disfungsi ereksinya hanya 32 berbanding 1.000 dan pria yang aktifitas seksualnya lebih dari 3 kali seminggu, memiliki jumlah kasus disfungsi ereksi 16 berbanding 1.000.
Menurut Koskimaki lancarnya peredaran darah hingga penis pria yang terjadi saat melakukan hubunganlah yang membuat risiko disfungsi ereksi semakin kecil. Jadi apa yang ditunggu!(kee/kee)
|
|
Terakhir kali diperbaharui ( Monday, 07 July 2008 )
|
|
|
Ditulis oleh Eddy Sulistijanto
|
|
Friday, 04 July 2008 |
Memilih Jenis Kelamin Anak Informasi ini dikumpulkan dari berbagai sumber dan diupayakan akurat.- Aspek terpenting dari semuanya adalah waktu saat coitus selama siklus bulanan
- (SELENGKAPNYA AKAN DIKIRIM KE ALAMAT EMAIL ANDA SETELAH MENJADI ANGGOTA)
|
|
Terakhir kali diperbaharui ( Thursday, 10 July 2008 )
|
|
|
Ditulis oleh Eddy Sulistijanto
|
|
Wednesday, 18 June 2008 |
|
Pengobatan Disfungsi Ereksi  DE tidak membahagiakan Anda & pasangan Disfungsi Ereksi (DE) adalah ketidakmampuan seorang pria untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup lama dalam mencapai aktivitas seksual yang memuaskan. Penyebab DE meliputi faktor fisik, faktor psikologis atau penyakit lain. Faktor Fisik: seperti merokok, kelelahan, kegemukan, kurang gizi atau alkohol. Faktor psikologis: seperti stres, cemas atau depresi. Faktor penyakit: seperti masalah prostat, diabetes melitus, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, stroke dan pemakaian obat- obat penenang Pengobatan :
DE secara umum dapat disembuhkan dengan meniadakan faktor penyebab. Jika diperlukan DE dapat di obati melalui diterapi dengan :
· obat telan (oral) · obat suntik (injeksi) · alat (vakum) · operasi |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Tuesday, 15 July 2008 )
|
|
|
|